Jadwal Lengkap Puasa Tasua dan Asyura 2026: Pemerintah, Muhammadiyah, NU Beda Sehari — Niat, Keutamaan, dan Tata Cara
Setiap memasuki bulan Muharram, pertanyaan yang sama selalu muncul di kalangan umat Islam Indonesia: kapan sebenarnya puasa Tasua dan Asyura tahun ini? Jawabannya, sayangnya, tidak tunggal — karena perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah membuat jadwalnya bergeser satu hari antara pemerintah, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama.
Puasa Tasua dan Asyura adalah dua ibadah sunnah paling dianjurkan di bulan Muharram 1448 Hijriah — bulan pertama dalam kalender Islam yang sarat dengan nilai sejarah dan keutamaan spiritual. Tahun ini, kedua puasa tersebut jatuh menjelang akhir Juni 2026, dengan sedikit perbedaan tanggal antar lembaga keagamaan di Indonesia.
📌 Jadwal Singkat: Versi Pemerintah & Muhammadiyah — Puasa Tasua: Rabu, 24 Juni 2026. Puasa Asyura: Kamis, 25 Juni 2026. Versi NU — Puasa Tasua: Kamis, 25 Juni 2026. Puasa Asyura: Jumat, 26 Juni 2026.
Mengapa Jadwalnya Berbeda? Memahami Perbedaan Metode Penentuan
Perbedaan jadwal ini bukan kesalahan, melainkan konsekuensi dari perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan masing-masing pihak. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Penetapan ini sejalan dengan kalender yang digunakan Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Sementara itu, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026 — sehari lebih lambat — melalui Surat Penjelasan Rukyah Muharram 1448 H Nomor 146/PB.08/A.II.11.13/13/06/2026, setelah tidak ada laporan terlihatnya hilal pada 15 Juni 2026 melalui metode rukyat (pengamatan langsung). Perbedaan satu hari di awal bulan inilah yang kemudian merembet ke seluruh jadwal puasa sunnah sepanjang Muharram, termasuk Tasua dan Asyura.
📅 Jadwal Lengkap Puasa Tasua dan Asyura 2026
🇮🇩 Pemerintah & Muhammadiyah
1 Muharram: Selasa, 16 Juni 2026
Puasa Tasua (9 Muharram): Rabu, 24 Juni 2026
Puasa Asyura (10 Muharram): Kamis, 25 Juni 2026
Puasa 11 Muharram (anjuran): Jumat, 26 Juni 2026
🕌 Versi Nahdlatul Ulama (NU)
1 Muharram: Rabu, 17 Juni 2026
Puasa Tasua (9 Muharram): Kamis, 25 Juni 2026
Puasa Asyura (10 Muharram): Jumat, 26 Juni 2026
⚠️ Umat Islam dianjurkan mengikuti keputusan ormas atau lembaga keagamaan yang diikuti masing-masing — perbedaan ini tidak mengurangi keutamaan ibadah yang dijalankan.
Sejarah dan Asal Mula Puasa Asyura
Puasa Asyura memiliki akar sejarah yang sangat panjang, bahkan sudah dikenal sebelum kedatangan Islam. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa kaum Yahudi di Madinah melaksanakan puasa pada hari Asyura karena memperingati keselamatan Nabi Musa AS beserta kaumnya dari kejaran Firaun. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari tersebut.
Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, Nabi Musa AS berpuasa pada hari itu. Ketika Rasulullah SAW mengetahui hal tersebut, beliau juga melaksanakan puasa Asyura dan menganjurkannya kepada umat Islam. Bahkan, sebelum puasa Ramadan diwajibkan, Rasulullah SAW pernah memerintahkan kaum Muslimin untuk berpuasa pada hari Asyura sebagai kewajiban — sebelum kemudian statusnya berubah menjadi sunnah setelah turunnya kewajiban puasa Ramadan.
"Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram."
— Hadis Riwayat Muslim
Mengapa Ada Anjuran Puasa Tasua Sehari Sebelumnya?
Anjuran puasa Tasua pada 9 Muharram memiliki latar belakang yang menarik. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, ketika Rasulullah SAW melaksanakan puasa pada hari Asyura, beberapa sahabat menyampaikan: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya hari ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani."
Mendengar hal tersebut, Rasulullah SAW bersabda: "Jika aku masih hidup hingga tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pula pada hari kesembilan (Tasua)" — sebagai upaya untuk membedakan amalan umat Islam dari tradisi agama lain yang juga mengagungkan hari Asyura. Namun, sebelum tahun berikutnya tiba, Rasulullah SAW wafat, sehingga beliau sendiri belum pernah melaksanakan puasa Tasua secara langsung. Meski demikian, hadis ini menjadi dasar kuat bagi para ulama untuk menganjurkan puasa Tasua sebagai penyempurna puasa Asyura.
Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura
🤲 Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura
Niat Puasa Tasua (9 Muharram)
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَّاسُوعَاءِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatit Tasû'â lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Tasua esok hari karena Allah SWT."
Niat Puasa Asyura (10 Muharram)
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatil 'Âsyûrâ lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah SWT."
Niat dapat dibaca sejak malam hari setelah Maghrib hingga sebelum terbit fajar. Untuk puasa sunnah, niat juga diperbolehkan pada pagi hari sebelum waktu zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
Empat Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura
✨ Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura
Menghapuskan Dosa Setahun
Berdasarkan hadis riwayat Muslim, puasa Asyura dapat menghapuskan dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu
Menjadi Pembeda dengan Kaum Yahudi
Puasa Tasua dianjurkan untuk membedakan amalan umat Islam dari kebiasaan kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada 10 Muharram saja
Puasa Sunnah Terbaik Kedua Setelah Ramadan
Berdasarkan hadis Rasulullah SAW, puasa di bulan Muharram adalah yang paling utama setelah puasa wajib Ramadan
Mengikuti Sunnah dan Teladan Nabi
Menjalankan puasa ini berarti menghidupkan kembali salah satu sunnah Rasulullah SAW yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT
Tata Cara Menjalankan Puasa Tasua dan Asyura
Secara umum, tata cara puasa Tasua dan Asyura sama seperti puasa sunnah lainnya. Berikut langkah-langkah yang dapat diperhatikan agar ibadah berjalan dengan baik:
📝 Tata Cara Puasa Tasua dan Asyura
Membaca niat pada malam hari setelah Maghrib, atau pagi hari sebelum zuhur jika belum melakukan hal yang membatalkan puasa
Sahur dianjurkan meski tidak ada anjuran khusus, sahur tetap sangat disarankan sebagaimana sunnah dalam setiap puasa
Menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari
Dilaksanakan berurutan — dianjurkan puasa Tasua diikuti Asyura, bahkan sebagian ulama menambahkan puasa 11 Muharram untuk kesempurnaan ibadah
Memperbanyak amalan lain seperti membaca Al-Qur'an, berzikir, dan bersedekah untuk meraih pahala yang lebih besar
❓ Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah boleh hanya berpuasa Asyura saja tanpa Tasua?
Boleh. Puasa Asyura tetap sah dan diperbolehkan meskipun dilakukan tanpa puasa Tasua. Namun, para ulama menjelaskan bahwa yang lebih utama adalah berpuasa pada kedua tanggal sekaligus agar sesuai dengan sunnah dan anjuran Rasulullah SAW secara lebih sempurna.
Apakah puasa Tasua dan Asyura bisa digabung dengan puasa qadha Ramadan?
Sebagian ulama memperbolehkan menggabungkan niat puasa sunnah Tasua atau Asyura dengan puasa qadha Ramadan dalam satu hari yang sama, meski pendapat lain menyarankan menjalankannya secara terpisah agar masing-masing mendapat pahala yang utuh sesuai keutamaannya. Disarankan berkonsultasi dengan ustaz atau kyai setempat untuk panduan yang lebih sesuai mazhab yang diikuti.
Apakah hanya puasa Tasua dan Asyura yang dianjurkan di bulan Muharram?
Tidak. Secara umum, bulan Muharram merupakan waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah, karena disebutkan sebagai puasa sunnah terbaik setelah Ramadan. Selain Tasua dan Asyura, umat Islam dapat memperbanyak puasa sunnah lainnya selama bulan ini sesuai kemampuan masing-masing.
📌 Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 Kementerian Agama RI, penetapan Muhammadiyah, dan Lembaga Falakiyah PBNU. Umat Islam dianjurkan mengikuti jadwal sesuai lembaga atau ormas yang diikuti masing-masing.