Praz Teguh Buka Suara: Saya Bayar Hampir Rp1 Miliar, Bukan Di-endorse! — Ini Kronologi Lengkap Kasus Hanania Travel
Tiga jam di ruang pemeriksaan Polda Metro Jaya. Setelah itu, komika sekaligus podcaster Praz Teguh melangkah keluar dan langsung menghadapi kerumunan wartawan yang sudah menunggu. Dengan nada tenang tapi tegas, ia membuka klarifikasinya dengan satu kalimat yang langsung memotong semua spekulasi:
"Saya bayar, teman-teman. Hampir Rp1 miliar."
Itulah jawaban Praz Teguh atas pertanyaan yang selama beberapa hari terakhir menggantung di benak publik: apakah ia mendapat fasilitas gratis atau endorsement berbayar dari Hanania Travel — biro perjalanan umrah yang kini tersandung kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana ribuan jemaah? Jawabannya: tidak. Sama sekali tidak.
📌 Konteks: Pemeriksaan Praz Teguh sebagai saksi · Kasus Dugaan Penipuan & TPPU Hanania Group (PT Khazanah Tamma International) · Polda Metro Jaya, Jakarta · Kamis, 11 Juni 2026, berlangsung ±3 jam
Dari Kenal di Medsos, Hingga Berangkat 24 Orang
Cerita ini bermula dari perkenalan yang sangat biasa. Praz mengaku mengenal Hanania Travel dari media sosial — bukan dari rekomendasi khusus atau ajakan promosi berbayar. Ada faktor kedekatan personal yang turut mempengaruhi keputusannya: salah satu anggota tim Hanania ternyata adalah orang tua teman anaknya di sekolah. Dua hal itulah yang membuat ia memilih Hanania sebagai mitra perjalanan umrah keluarga dan rombongannya.
Keberangkatan berlangsung pada 3 Februari 2026. Praz membawa rombongan berjumlah 24 orang — jumlah yang cukup besar untuk satu rombongan umrah. Dengan jumlah peserta sebesar itu, ia mendapatkan potongan harga berupa empat kursi gratis sebagai insentif dari pihak travel. Standar bisnis yang lumrah di industri perjalanan kelompok.
Total biaya yang dikeluarkan Praz dari kantongnya sendiri mencapai hampir Rp948 juta — bukan angka kecil untuk sebuah perjalanan ibadah. Ia bahkan secara sukarela melakukan upgrade kamar dan upgrade kelas pesawat ke bisnis class, yang seluruhnya ia bayar sendiri tanpa keterlibatan Hanania.
💳 Rincian Biaya yang Dibayar Praz Teguh Sendiri
Biaya Pokok (24 orang)
Rp 819.000.000
Upgrade kamar + bisnis class
Rp 129.000.000
Total Dibayar Sendiri
Rp 948.000.000
Diskon didapat (4 kursi)
± Rp 160.000.000
Barter Konten, Bukan Endorsement — Ini Bedanya
Inilah inti dari klarifikasi Praz yang paling penting untuk dipahami. Karena membawa 24 orang sekaligus, pihak Hanania memberikan diskon berupa empat kursi gratis. Dari situlah kemudian lahir kesepakatan kerja sama: sebagai imbal balik atas diskon tersebut, Praz bersedia membuat konten selama perjalanan umrah berlangsung.
Ini yang disebut barter konten — bukan endorsement berbayar. Tidak ada transfer uang dari Hanania ke rekening Praz. Tidak ada kontrak promosi komersial. Praz tidak menerima serupiah pun dari pihak travel. Ia hanya menukar konten dengan diskon yang sudah lebih dulu ia dapatkan karena membawa rombongan besar.
"Pertama-tama saya mau turut berduka buat korban yang terdampak kasus ini. Semoga segera dapat haknya kembali dan bisa segera berangkat ke rumah Allah. Saya di sini sebagai saksi, memberikan data-data keberangkatan saya."
— Praz Teguh, usai pemeriksaan di Polda Metro Jaya, 11 Juni 2026
Uang Saku Dikembalikan ke Penyidik
Satu tindakan Praz yang mendapat perhatian luas dan mencerminkan itikad baiknya: ia secara sukarela mengembalikan uang saku yang sempat diterimanya dari pihak Hanania Travel langsung kepada penyidik selama pemeriksaan berlangsung. Tidak perlu diminta. Tidak perlu ditekan. Langkah itu ia lakukan sendiri sebagai bentuk kooperasi penuh dengan proses hukum yang sedang berjalan.
Selain itu, Praz juga menyerahkan seluruh dokumen yang relevan kepada penyidik — mulai dari bukti transfer, data rombongan, hingga kronologi keberangkatan pada 3 Februari 2026. Semua transparan, semua diserahkan.
Kasus Hanania: Ribuan Jemaah yang Menunggu Hak Mereka
Di balik nama-nama publik figur yang terseret sebagai saksi, ada fakta yang jauh lebih penting dan lebih menyentuh: ribuan jemaah biasa — orang tua, ibu rumah tangga, karyawan, petani — yang sudah menabung bertahun-tahun demi bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci, kini harus menunggu tanpa kepastian kapan impian itu bisa diwujudkan.
📋 Fakta-Fakta Kasus Hanania Group
Nama Perusahaan
PT Khazanah Tamma International (Hanania Group)
Tersangka Utama
Ahmad Syah Farhan — Direktur Utama Hanania Group
Dugaan Pelanggaran
Penipuan, Penggelapan Dana, Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)
Dampak
Ribuan jemaah gagal berangkat ke Tanah Suci
Status Praz Teguh
Saksi — kooperatif penuh, bukan tersangka
Penyidik Polda Metro Jaya telah memeriksa puluhan orang yang berkaitan dengan aktivitas Hanania Group — termasuk sejumlah publik figur dan kreator konten yang pernah bekerja sama dengan biro perjalanan tersebut. Proses hukum terus berjalan, dan harapan para korban hanya satu: uang mereka kembali, dan impian beribadah ke Makkah tetap bisa diwujudkan.
Pelajaran Penting: Teliti Sebelum Mempercayai Travel Umrah
Kasus Hanania bukan yang pertama, dan tanpa kewaspadaan kolektif, bisa jadi bukan yang terakhir. Industri perjalanan umrah adalah bisnis kepercayaan — dan ketika kepercayaan itu disalahgunakan, dampaknya bukan sekadar kerugian finansial, tapi juga luka spiritual yang dalam bagi para korban.
⚠️ Tips Memilih Travel Umrah yang Aman
Pastikan terdaftar resmi di Kementerian Agama RI — cek di portal resmi Kemenag sebelum mendaftar
Minta kontrak tertulis yang jelas sebelum membayar satu rupiah pun
Bayar ke rekening resmi perusahaan, bukan rekening pribadi pemilik atau staf
Hindari tergiur harga jauh di bawah pasaran — umrah berkualitas memiliki biaya yang wajar
Cek rekam jejak dan testimoni jemaah yang sudah berangkat sebelumnya secara langsung
📌 Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan keterangan resmi Praz Teguh kepada media usai pemeriksaan di Polda Metro Jaya, 11 Juni 2026. Praz Teguh berstatus saksi — bukan tersangka — dalam kasus ini. Proses hukum terhadap tersangka utama Ahmad Syah Farhan masih berlangsung di Polda Metro Jaya.
💬 0 Komentar
Tulis Komentar
Artikel Terkait