KDM Datang, KDM Marah, KDM Copot Pejabat — Tapi Masalah SPMB Jabar 2026 Belum Juga Tuntas: Ini Kronologi Lengkapnya
Selasa, 9 Juni 2026. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi — yang akrab dipanggil KDM — tiba di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Jalan Radjiman, Bandung. Bukan untuk acara seremonial. Ia datang karena keluhan sudah membludak dari ratusan ribu orang tua murid yang pusing tujuh keliling menghadapi sistem pendaftaran sekolah yang kacau balau.
Yang menyambutnya bukan protokoler pejabat — melainkan kerumunan orang tua murid yang langsung menyerbu dan mengadukan keluhan mereka: data hilang, akun tak bisa diverifikasi, login gagal berkali-kali, jalur Sekolah Maung error sehingga siswa terpaksa kembali ke jalur reguler. Semua itu dialami oleh lebih dari 340.000 calon murid baru yang mendaftar ke SMA/SMK Negeri di Jawa Barat. KDM pun langsung bereaksi — dan reaksinya tidak tanggung-tanggung.
📌 Latar Belakang: Kisruh SPMB & PCMB Jawa Barat 2026 · Sidak KDM ke Kantor Disdik Jabar, Jl. Radjiman, Bandung · Selasa–Rabu, 9–10 Juni 2026 · Melibatkan lebih dari 340.000 calon pendaftar SMA/SMK Negeri se-Jawa Barat
Apa Saja Keluhan yang Meledak dari 340.000 Pendaftar?
Gelombang keluhan yang masuk bukan dari satu dua orang. Ini adalah kegagalan sistemik yang menimpa ratusan ribu keluarga secara bersamaan. Berikut masalah-masalah utama yang paling banyak dilaporkan:
| Jenis Masalah | Dampak bagi Calon Murid |
|---|---|
| Data peserta tiba-tiba hilang | Harus mengulang seluruh proses dari awal |
| Akun pendaftaran tidak terverifikasi | Tidak bisa masuk ke sistem, proses terhenti total |
| Login gagal berulang kali | Orang tua antre berjam-jam di sekolah tanpa hasil |
| Jalur Sekolah Maung error | Siswa terpaksa kembali ke jalur reguler yang lebih kompetitif |
| Nilai SPMB berubah sendiri | Peluang masuk sekolah pilihan menjadi tidak pasti |
| Kebingungan soal PCMB vs SPMB | Banyak yang tidak paham perbedaan dua tahapan ini |
"Ini Biang Keroknya!" — KDM Semprot Disdik Jabar
Tidak butuh waktu lama bagi KDM untuk mengidentifikasi akar masalah. Di hadapan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Purwanto dan para petugasnya — yang dinilainya tidak mampu memberikan jawaban rinci soal akar persoalan — Dedi Mulyadi langsung menyampaikan temuan pedasnya:
"Ketentuan Gubernur seharusnya aplikasi tidak dibuat oleh Dinas Teknis. Aplikasi itu harus dibuat oleh Diskominfo atau terintegrasi oleh Diskominfo. Kalau menurut saya sih nggak ribet. Ini kan kalau sudah dari 340.000 pendaftar, ada beberapa problem yang disebabkan oleh teknis aplikasi."
— Dedi Mulyadi (KDM), Gubernur Jawa Barat, 9 Juni 2026
Masalahnya simpel namun fatal: aplikasi SPMB 2026 Jabar dibangun dari nol oleh dinas teknis — bukan oleh Diskominfo yang selama dua tahun terakhir sudah membangun infrastruktur teknologi terintegrasi. Akibatnya, saat dihantam oleh ratusan ribu pengguna secara bersamaan, sistem langsung kewalahan. KDM juga mengungkap bahwa ia sejak awal meminta agar PCMB (Pemetaan Calon Murid Baru) dilaksanakan pada Maret 2026 — jauh sebelum SPMB — namun permintaan itu tidak dijalankan.
Tindakan Tegas: Pejabat Tikomdik Dinonaktifkan, Sistem Dialihkan ke Diskominfo
KDM tidak sekadar marah. Ia juga mengambil tindakan nyata. Pada Rabu, 10 Juni 2026 — sehari setelah sidak pertamanya — KDM kembali turun ke Kantor Disdik Jabar dan mengumumkan langkah tegas:
| Tanggal | Tindakan KDM |
|---|---|
| 9 Jun 2026 | Sidak ke Kantor Disdik Jabar, mendengar langsung keluhan orang tua, menyemprot pejabat teknis yang tidak bisa menjawab akar masalah |
| 9 Jun 2026 | Memanggil pengembang aplikasi untuk klarifikasi dan pertanggungjawaban teknis |
| 10 Jun 2026 | Menonaktifkan Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar, Suhendar, dari jabatannya |
| 10 Jun 2026 | Menginstruksikan pengalihan pengelolaan sistem ke Diskominfo Jabar yang infrastrukturnya sudah terintegrasi |
| 15 Jun 2026 | SPMB resmi Jabar ditargetkan dibuka — dengan sistem yang sudah diperbaiki |
Masalah Belum Selesai: 340.000 Keluarga Masih Menunggu Kepastian
Pejabat sudah dicopot. Pengembang aplikasi sudah dipanggil. Sistem sudah dialihkan ke Diskominfo. Tapi bagi ratusan ribu orang tua murid di Jawa Barat, pertanyaan paling penting belum terjawab: bagaimana nasib data anak kami yang sudah hilang? Bagaimana dengan jalur yang gagal? Apakah semua akan direset dan adil?
KDM sendiri menegaskan bahwa SPMB resmi Jabar baru akan dibuka pada 15 Juni 2026 — masih ada waktu untuk perbaikan. Namun kepercayaan yang sudah terkikis akibat kekacauan PCMB ini tidak mudah dipulihkan hanya dengan janji. Yang dibutuhkan orang tua sekarang adalah satu hal: sistem yang benar-benar bekerja tanpa hambatan pada hari pertama SPMB dibuka.
"Saya bisa memahami kemarahan para orang tua ini, karena mereka belum mendapatkan penjelasan secara teknis dari Dinas Pendidikan."
— Dedi Mulyadi (KDM), Gubernur Jawa Barat
📌 Info Resmi: SPMB Jawa Barat 2026 dijadwalkan dibuka resmi pada 15 Juni 2026 melalui laman spmb.jabarprov.go.id. Untuk pengaduan teknis, orang tua diimbau menghubungi SMA/SMK terdekat sesuai rayon — bukan langsung ke Kantor Disdik Jabar. Pantau terus perkembangan informasi resmi dari akun Instagram @disdikjabar.
💬 0 Komentar
Tulis Komentar
Artikel Terkait